HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ibu Suka Mengatur dan Membentak

By On November 14, 2022

 MASALAH:

Telah setahun ini ibu kandung saya, atas kesepakatan suami, tinggal dengan kami. Saya minta Ibu tinggal dengan kami karena sesudah Ayah wafat, beliau tinggal seorang diri di daerah.

Sepanjang tinggal dengan kami rupanya Ibu berbeda. Beliau jadi sukai atur saya dan suami hingga seringkali saya kecewa dibikinnya. Ibu atur saya dan suami dalam segalanya, dimulai dari masalah mendidik anak sampai masalah atur rumah. Bahkan juga, jika saya sedang membentak pembantu, Ibu kerap ikutan membentak. Atau, jika saya sedang berbeda memahami dengan suami. Ibu kerap nimbrung. Saya telah menyapa beliau, tapi Ibu yang cukup cerewet dan keras kepala terus mengulang sikapnya itu.

Suami saya pernah mengeluhkan mengenai sikap ibu saya karena seringkali Ibu menyentuh hatinya. Suami saya pernah menjelaskan dengan terang-terangan ke saya jika dia tidak sukai Ibu ikut serta dalam soal rumah tangga kami. Akhir-akhir ini ia menjelaskan, jika Ibu tidak mengganti sikapnya, dia keberatan Ibu tinggal dengan kami kembali.

Saya kebingungan bagaimana harus hadapi Ibu. Di satu segi, saya sayang dan kasihan ke Ibu, tapi saya takut rumah tangga kami rengat karena akhir- akhir ini sikap suami cukup berbeda, la kerap pulang malam dengan argumen tidak kerasan di dalam rumah. Minta anjuran, dan terima kasih awalnya. (S - Jawa Barat).

Ibu Suka Mengatur dan Membentak

SOLUSI 1 (DARI IBU MONA):

Dapat dipahami jika Anda berasa kebingungan dan serba salah karena Anda terjepit dalam status yang tidak gampang. Anda ada di 2 orang yang sama Anda sayangi. Sebagai anak. Anda ingin membahagiakan ibu Anda. Sementara sebagai istri, An-da ingin menyenangkan suami Anda.

Kemungkinan tujuan ibu Anda sebenarnya baik, la ingin memberikan dana untuk Anda satu keluarga. Disamping itu, kemungkinan beliau ingin dipandang seperti 'orang dalam', tapi triknya tidak sudi untuk Anda dan suami, sehingga justru membuat kacau-balau situasi.

Menurut saya, upayakan masalah ini dituntaskan secara tenang dan damai. Anda dan suami harus menahan emosi, lalu bawalah ibu Anda bicara dari dalam hati ke hati. Dengar apa yang ia harapkan. Lantas, ungkap kemauan Anda dan suami. Jika memang perlu, Anda mengajak berbicara adik atau kakak kandungan Anda, hingga mereka ketahui masalah yang sebetulnya.

Jika ibu Anda ingin menolong memudahkan tugas di dalam rumah Anda, berikan yang sesuai kemauan dan kekuatannya. Tidak boleh Anda yang memaksakan beliau lakukan suatu hal.sebuah hal. Sepanjang yang beliau harapkan masih juga dalam batasan kewajaran, persilahkan saja. Dalam masalah ini ikutsertakan selalu suami Anda, hingga ia tidak berasa disisihkan. Bagaimana juga, ibu Anda ialah ibu suami Anda pun.


SOLUSI 2 (DARI PAK HASAN):

Bakti Anda ke orangtua sebagai suatu hal yang tidak ternilai harga. Tetapi, Anda pun mempunyai tanggung-jawab sebagai istri untuk suami Anda dan ibu untuk anak-anak Anda.

Terlibat orangtua atau mertua ada saatnya memang mengusik kehidupan rumah tangga. Kemungkinan ibu Anda berasa jika Anda ialah buah hatinya dan putra Anda ialah cucu kecintaannya . Maka, ada dasar cinta dan kasih-sayang dalam sikap ibu Anda. Namun, kemungkinan, beliau tidak mengetahui jika perila-kunya itu sudah mengintervensi kehidupan rumah tangga Anda.

Seharusnya Anda tidak boleh jemu mengulas permasalahan ini secara individu, dari dalam hati ke hati, dengan ibu Anda. Rasa kesepian yang dirasakannya cukup berat untuk ditanganinya sendiri, hingga beliau mem-butuhkan aktivitas yang dapat membuat beliau berasa tidak kesepian kembali. Sayang, aktivitas yang ia tentukan tidak sesuai keperluan Anda satu keluarga.

Dalam masalah ini Anda harus berperanan sebagai penengah di antara ibu dan suami Anda. Ucapkan pada suami jika toleran suami pada ibu Anda akan menolong kurangi beban Anda sebagai penengah. Berikan ke ibu jika intervensinya yang terlalu berlebih bisa menghancurkan kehidupan rumah tangga anaknya sendiri. Ini harus dibahas secara terbuka ke ibu Anda, tapi tentu saja dengan penuh kedewasaan dan berhati-hati. Karena, bagaimana juga, sebagai orangtua pasti ibu Anda semakin lebih peka.

Bila beragam usaha komunikasi masih tetap menjumpai jalan buntet, Anda kemungkinan perlu menemukan tempat khusus untuk ibu Anda. Tapi, Anda tidak boleh lalu meremehkan beliau demikian saja. Kadang-kadang Anda harus menengoknya dan temaninya bicara. Perlihatkan jika ia masih tetap jadi sisi dari keluarga. Langkah semacam ini benar-benar tak berarti Anda menyingkirkan beliau dari kehidupan Anda. Arah Anda ialah selamatkan banyak faksi. Dengan begitu, kenyamanan hidup suami Anda pun tidak terusik kembali dan dia akan balik kerasan di dalam rumah.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *